Kamis, 17 November 2016

MAKALAH SISTEM BASIS DATA
TEKNIK INFORMATIKA


Oleh :
Suci Ramandhani
2114R0889

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Himsya
Semarang
2016
SISTEM BASIS DATA
Pengertian
Sistem Basis Data terdiri dari 2 kata Basis dan Data. Sistem dapat diartikan sebagai Tempat. Sedangkan Data adalah file yang dibentuk dalam bentuk angka, simbol, gambar, bunyi. Sehingga Basis Data adalah Suatu kumpulan data terhubung yang disimpan secara bersama-sama pada suatu media yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.
Definisi lainnya 
  • Himpunan kelompok data/ Arsip yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
  • Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan atau penumpukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
  •  Kumpulan file/ tabel/ arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.
 Tujuan Basis Data
  1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed), Memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan/ manipulasi terhadap data.
  2. Efisiensi ruang penyimpanan (Space), Efisiensi ruang penyimpanan dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean, atau dengan membuat relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.
  3. Keakuratan (Accuracy), Pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan atau batasan, keunikan data, dsb yangbsecara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidak akuratan penyimpanan data.
  4. Ketersediaan (Availability), Dengan pemanfaatan jaringan komputer, maka data yang berada disuatu lokasi dapat juga diakses dilokasi lain.
  5. Kelengkapan (Completeness), Kelengkapan data yang disimpan dalam sebuah database bersifat relatif, bisa jadi saat ini dianggap sudah lengkap tetapi belum tentu suatu saat akan dianggap sudah lengkap.
  6. Keamanan (Security), Dapat diterapkan dengan ketat, dengan begitu kita dapat menentukan pemakai basis data serta objek-objek didalamnya serta jenis-jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan.
Operasi dasar pembuatan basis data
  • Pembuatan Basis Data (Create Database)
  • Penghapusan Basis Data (Drop Database)
  • Pembuatan file/Table baru kesuatu basis data (Create Table)
  • Penambahan data baru kesuatu file/table disebuah basis data (Insert)
  • Penghapusan file/table dari suau basis data (Drop Table)
  • Pengambilan data dari sebuah file/table (Search)
  • Pengubahan data dari sebuah file/table (Update)
  • Penghapusan data dari sebuah file/table (Delete)

Pemanfaatan Basis Data
  • Salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
  • Menentukan kualitas informasi : Akurat, Tepat waktu,dan Relevan.
  • Mengurangi duplikasi data.
  • Hubungan data dapat ditingkatkan.
  • Manipulasi terhadap data dengan cepat dan mudah.
  • Efisiensi penggunaan ruang penyimpanan.

Penerapan basis data, Tidak ada sistem informasi yang bisa dibangun tanpa adanya basis data.

Kriteria Basis Data :
  1. Bersifat data oriented dan bukan program oriented
  2. Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa mengubah basis datanya
  3. Dapat berkembang dengan mudah, baik volume maupun strukturnya
  4. Dapat digunakan dengan cara berbeda-beda
  5. Kerangkapan data minimal

Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
Merupakan perangkat lunak yang didesain untuk melakukan penyimpanan dan pengaturan basis data. Serta DBMS juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan data, dll.


Mengapa menggunakan DBMS
DBMS diperluka untuk :
a. Independensi data dan akses yang efisien
b. Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
c. Integritas dan keamanan data
d. Administrasi keseragaman data
e. Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crash


Komponen Sistem Basis Data
Komponen-komponen pada sistem bais data adalah :
  • Perangkat keras
  • Sistem Operasi
  • Basis data
  • Sistem pengelola basis data (DBMS)
  • Pemakai (Programmer, User mahir, user umum, user khusus)

Model Basis Data
Model Database adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam menggambarkan hubungan antar data dan batasan-batasan data dalam suatu sisem database.
Model data yang paling umum berdasarkan pada bagaimana hubungan antar record dalam database :
  1. Model Database Hirarki
  2. Model Database Jaringan
  3. Model Database Relasi

Penyusun sistem basis data



       Keterangan :
  • Sistem basis data, Merupakan sekumpulan basis data yang tersusun dari beberapa file.
  • Basis Data, Sekumpulan dari beberapa macam tipe record yang mempunyai hubungan terhadap suatu objek tertentu.
  • File, Terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis.
  • Record, Menggambarkan suatu unit data individu tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file.
  • Data Item (Field), Merepresentasikan suatu atribut dari suatu record yang menunjukan suatu item dari data, misalnya nama, alamat.
  • Byte, Merupakan bagian terkecil. Dapat berupa karakter numerik, huruf, ataupun karakter khusus yang membentuk suatu item data. 1 byte digunakan untuk mengkodekan 1 karakter.
  • Bit, Merupakan sistem angka biner yang terdiri atas angka 0 dan 1.

Tipe File
a. File Induk :
           - File Induk Acuan
           - File Induk Dinamik

b. File Transaksi :
Diebut juga File Input. Digunakan untuk merekam data hasil transaksi. contoh file penjualan barang.

c. File Laporan :
Disebut juga file output. Berisi informasi sementara yang akan ditampilkan sebagai laporan.

d. File Sejarah :
Disebut juga file arsip. Merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi tapi masih disimpan sebagai arsip.

e. File Pelindung :
Merupakan salinan dari file-file yang masih aktif didalam basis data pada saat tertentu. Digunakan sebagai cadangan apabila file basis data yang aktif mengalami kerusakan atau hilang.


Bahasa Basis Data
  • Data Definition Language (DDL) : Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel baru, mengubah tabel, menentukan struktur tabel, dll. Contoh Create, Modify report, Modify Structure.
  • Data Manipulation Language (DML) : Berguna untuk melakukan manipulas dan pengambilan data pada suatu basis data, yang berupa insert, update, delete dll. Contoh Dbase 3+, Foxbase, SQL, QBE.

klik di sini untuk melihat dokumen
MAKALAH KALKULUS 2
TEKNIK INFORMATIKA
Oleh :
Suci Ramandhani
2114R0889
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMAIKA dan KOMPUTER
HIMSYA
SEMARANG
2016
KALKULUS 2
Integral adalah sebuah konsep penjumlahan secara berkesinambungan dalam matematika, dan bersama dengan inversnya, diferensiasi, adalah satu dari dua operasi utama dalam kalkulus. Integral dikembangkan menyusul dikembangkannya masalah dalam diferensiasi di mana matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang berkebalikan dengan solusi diferensiasi.

Bila diberikan suatu fungsi  f dari variabel real x dengan interval [a, b] dari sebuah garis lurus, maka integral tertentu






Didefinisikan sebagai area yang dibatasi oleh kurva  f, sumbu-x, sumbu-y dan garis vertikal x = a dan x = b, dengan area yang berada di atas sumbu-x bernilai positif dan area di bawah sumbu-x bernilai negatif.
Kata integral juga dapat digunakan untuk merujuk pada antiturunan, sebuah fungsi F yang turunannya adalah fungsi f. Pada kasus ini, maka disebut sebagai integral tak tentu dan notasinya ditulis sebagai



















Rumus dasar Integral




















Integral terhubung dengan diferensial: jika f adalah fungsi kontinu yang terdefinisi pada sebuah interval tertutup [a, b], maka, jika antiturunan F dari f diketahui, maka integral tertentu dari f pada interval tersebut dapat didefinisikan sebagai:








Integral Fungsi Trigonometri

Berikut rumus integral dari trigonometri yang sering dipakai dalam soal-soal matematika.

Integral Tentu Fungsi Trigonometri



















Integral Parsial


Teknik atau metode lain yang bisa digunakan untuk melakukan integral adalah dengan metode parsial. Teknik ini biasanya digunakan untuk mencari suatu fungsi yang tidak dapat dicari integralnya jika menggunakan cara substitusi seperti pada huruf a di atas.
Jika u = f(x) dan v = g(x) maka





Volume Benda Putar

Perputaran Terhadap Sumbu x

Jika daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x), garis x = a, garis x = b dan sumbu x diputar mengelilingi sumbu x sejauh 360°, maka volume yang akan terjadi





Perputaran Terhadap Sumbu y

Jika daerah yang dibatasi oleh kurva x = f(y), garis x = a, garis x = b dan sumbu y diputar mengelilingi sumbu y sejauh 360°, maka volume yang akan terjadi





Volume Benda Putar dibatasi Dua Kurva  

Terhadap sumbu X  






Terhadap sumbu Y 







MAKALAH KALKULUS 1
TEKNIK INFORMATIKA
Oleh :
Suci Ramandhani
2114R0889
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Himsya
Semarang
2016
KALKULUS 1
FUNGSI
Relasi adalah Hubungan antara anggota himpunan asal (domain) dengan anggota himpunan kawan (kodomain). 
Contoh : Relasi antara Negara dan Ibu kota, Relasi Bilangan yang lebih besar dari, Relasi kuadrat suatu bilangan.
Sistem Bilangan / Himpunan Bilangan
  • Himpunan Bilangan Asli
  • Himpunan Bilangan Bulat
  • Himpunan Bilangan Rasional 

LIMIT
Limit menjelaskan nilai suatu fungsi pada nilai input tertentu dengan hasil dari nilai input terdekat.








TURUNAN

Turunan dari suatu fungsi mewakili perubahan yang sangat kecil dari fungsi tersebut dalam variabelnya. Proses menemukan turunan dari suatu fungsi disebut sebagai pendiferinsialan atau diferensiasi.
Secara matematis turunan fungsi f(x) terhadap variabel x adalah f' yang nilainya pada titik x adalah :




FUNGSI TRIGONOMETRI
Identitas Trigonometri
Fungsi Dasar Trigonometri
Tabel Sudut Istimewa Trigonometri
Rumus Jumlah dan Selisih Sudut Trigonometri
Rumus Sudut Rangkap Dua
FUNGSI PERPANGKATAN
Bilangan berpangkat, Apabila sebuah bilangan real dilambangkan dengan huruf a kemudian bilangna bulat dilambangkan dengan huruf n, maka bilangna berpagkat bisa kita tuliskan dengan a(a pangkat n) yang mana merupakan perkalian bilangan a secara berulang sebanyak n faktor. Bilangan berpangkat dapat dinyatakan dengan rumus di bawah ini:

Aturan Pangkat :
PERSAMAAN FUNGSI EKSPONEN